Olahraga Ringan untukTingkatkan Kualitas Otak

Agar lima fungsi kognitif otak utama tetap tajam, lakukan stimulasi berikut seperti disarankan Dr Bernard Croisile, neurologis dari Neurological Hospital of Lyon, Perancis, seperti diberitakan situs Happy-neuron ini:
- Ingatan
Dengarkan musik. Tidak hanya menimbulkan rasa senang, dengan memilih lagu yang belum kita kenal lalu mengingat-ingat liriknya, kadar asetilkolin, zat kimia yang membantu membangun otak akan terdongkrak. Kemampuan ingatan juga bakal membaik.

Tantangan lain yang bisa dilakukan adalah mengenakan baju tanpa penerangan atau gunakan tangan yang berbeda saat menggosok gigi. Bagi yang kidal, cobalah dengan tangan kanan. Begitu sebaliknya.
- Perhatian
Ubah rutinitas. Ganti rute berangkat dan pulang kerja, atur ulang meja kerja atau ruangan di rumah. Hal itu akan membangunkan otak dari kebiasaan sebelumnya. Anda juga bisa menggabungkan aktivitas mendengarkan buku audio sambil lari santai.
- Bahasa
Kalau Anda terbiasa membaca koran khusus bagian olahraga saja, cobalah membaca artikel bisnis sedikit mendalam. Anda akan mendapat kata-kata baru yang akan lebih mudah dipahami ketika membaca sesuai konteks. Cara ini akan membantu mengembangkan kemampuan bahasa.
- Visual spasial
Coba masuk ke satu ruangan dan pilih lima benda beserta letaknya. Saat ke luar ruangan, ingat kembali kelima benda tersebut dan posisinya. Kalau terlalu mudah, tunggu selama dua jam dan cobalah mengingatnya kembali.
- Fungsi eksekutif
Bermain video games. Selain memerlukan strategi, Anda juga harus bisa menyelesaikan masalah untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
Kemoterapi pada pasien kanker dapat menyebabkan kelelahan fisik serta mental. Olahraga yang sesuai dapat membantu mempercepat pemulihan stamina, baik untuk tubuh dan pikiran. Berhubung fisiknya masih lemah olahraga yang cocok adalah olahraga otak.

Kelelahan karena pengobatan kanker tidak sama dengan kelelahan karena pengobatan pra-kanker, seperti diberitakan MayoClinic.com. Kelelahan karena pengobatan kanker biasanya tidak hilang setelah tidur atau istirahat.

Pengeluaran energi semakin meningkat setelah kemoterapi, sehingga pasien kanker memerlukan olahraga yang tepat untuk meningkatkan stamina dan metabolisme.

Latihan aerobik yang dapat meningkatkan denyut jantung bisa membantu membangun stamina pasien kanker, misalnya berenang atau berjalan pagi. Mulailah dengan perlahan-lahan, tambahkan waktunya dan lakukan hingga 30 menit latihan per minggu.

Selain kelelahan fisik, pasien kanker yang menjalani kemoterapi juga dilaporkan mengalami disfungsi otak selama dan atau setelah perawatan. Hal ini bisa membuatnya kehilangan sedikit memori, kesulitan mengingat dan lambat merespons.

Untuk itu, perlu dilakukan olahraga otak untuk melawan efek kemoterapi. MayoClinic.com merekomendasikan untuk melakukan olahraga otak seperti berikut:
  1. Mengisi teka-teki
  2. Permainan angka seperti Sudoku
  3. Memainkan alat musik atau mempelajari bahasa baru

Olahraga otak ini dapat membangun kembali neuron otak untuk dapat meningkatkan memori.

Mulailah program latihan secara perlahan dan bertahap dan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai setiap peningkatan aktivitas fisik. Dimungkinkan ada pembatasan atau pertimbangan, terutama bagi pasien dengan sistem kekebalan tubuh rendah akibat kemoterapi.